Mungkin menurut lo judul yang gw tulis ga mengandung makna…, bisa jadi memang seperti itu, tapi itu yang gw rasakan setelah 2 kali bekerja di perusahaan berbeda dengan sifat kepemimpinan yang sama.

Dulu, ditahun 2001 ( setahun setelah gw lulus SMA ) gw bekerja diperusahaan retail ( sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan toserba / mini market ). jabatan gw waktu itu adalah sebagai pramuniaga ( maklum dengan ijazah SMA ) gw di pimpin langsung oleh seorang kepala toko dan dipimpin secara tidak langsung oleh seorang area Koordinator dan seorang area manager, waktu itu umur gw baru beranjak 19 tahun.

Sungguh pekerjaan yang sangat menyesakkan dada manakala gw harus menjadi seorang pegawai yang super ulet, mulai dari mengangkat dan menurunkan barang dagangan hasil pengiriman dari gudang pusat ( buruh panggul ), membersihkan lantai, membersihkan barang dagangan ( office boy ), keep’n eye watching customer / pengamanan menghindari pencurian barang yang dilakukan customer ( security ), penghitungan jumlah barang dagangan / stock opname ( gudang/logistik ), sampai dengan transaksi pembayaran ( kasir ). Saat itu kepala toko berusia 21 th dan area koordinator berusia sekitar 25 th.

Permasalahan yang gw rasakan bermula dari ( menurut gw ) sebuah toko dipimpin dan dikelola oleh seseorang yang baru menginjak usia 21 th, karena menurut gw dari segi pemahaman pekerjaan mungkin seseorang bisa mendalaminya atau menguasainya seiring dengan berjalannya waktu ( pengalaman ), namun sisi psikologisnya/watak/sikap mungkin secara kasar belum memenuhi/belum mampu untuk memimpin.

Contoh nyata yang terjadi disaat seharusnya seorang pemimpin diwajibkan menjadi contoh bagi bawahan dalam segala hal, baik itu dalam hal pemecahan masalah, mencari peluang bisnis, atau apalah……………., yang terjadi malah seorang kepala toko pada saat terjadi pencurian barang dan pencurinya tertangkap tangan, si kepala toko seharusnya memiliki keberanian dalam menindak pencuri tersebut, ini tidak…. malah gw yang disuruh maju untuk menghadapi pencuri itu.

Kasus lain…………., sudah menjadi kewajiban kami sebagai pengelola toko apabila diakhir bulan setelah dilakukannya stock opname dan dari situ terlihat berapa banyak barang yang hilang dan nilai nominalnya pun ketahuan dengan istilah NBH ( nilai barang hilang ) sudah kewajiban bahwa personil toko yang harus mengganti secara patungan. nah keadilan disini terlihat gamang, ketika gw dan rekan pramuniaga lain serta kasir dipotong gajinya untuk mengganti NBH namun kepala toko tidak mau ikut patungan dengan alasan dia adalah seorang kepala toko dia tidak mau tahu mengenai NBH tersebut.

Kasus lainnya……., seorang area koordinator yang baru berusia 25 th secara brutal mengobrak abrik pajangan barang dagangan karena menurutnya hasil kerja gw ga pantas ( padahal gw telah menjalankan prosedur atau SOP ).

=====================================================================================

Setelah berusaha bertahan akhirnya gw pindah kerja dan memulai pekerjaan baru sebagai tenaga administrasi honorer pada akhir 2005, jam kerja gw mulai pkl. 08.00 s.d ga tentu ( kadang jam 18.00, kadang jam 21.00 atau bahkan sampai dengan pukul 02.00 dini hari ) setiap hari jam kerja gw seperti itu…………., pada waktu itu gw telah berusia sekitar 23th, dan atasan gw seorang leader pada waktu itu berusia sekitar 20th dan seorang area koordinator yang baru berusia 22th, ( damn gw terjebak lagi dengan urusan yang melibatkan pemimpin yang secara kasar masih berbau kencur ).

Dalam hati gw meyakini, kejadian yang dulu gw alami bakal terulang ( apalagi pimpinan gw sekarang usianya dibawah gw )… ya sudahlah gw berusaha ngejalanin dulu……………….

diawal tahun 2007 akhirnya dengan penuh kesabaran gw diangkat menjadi karyawan kontrak…….., namun gw bener bener kecewa dengan kepemimpinan rekan rekan gw………, gimana ga…. gw yang dengan rajinnya ( bukan narsis ) melakukan semua SOP dan peraturan perusahan baik itu mengenai jam kerja dan segala sesuatunya. namun yang dilakukan pimpinan gw itu…. shit…… sungguh bertentangan……….

Dia bangun tidur paling pagi pkl. 09.00 dan baru selesai mandi pkl. 10.30. itu terjadi setiap hari…….., setelah selesai mandi, dia duduk dikursi kerjanya dan berusaha menelpon balik orang orang yang menelpon dia yang tidak terangkat selama dia masih tidur dan pada saat dia mandi. kegiatan menelpon itu sampai pkl. 12.30, nah….. pada jam tersebut sudah masuk jam istirahat…………….. efektif kerja mulai pukul. 14.00, pada jam inilah dia baru melakukan koordinasi dengan customer mengenai progress yang akan dijalankan ……………………………..,

Dan terkadang gw menerima progress kerjaan gw antara pkl. 15.00 s.d pkl. 17.00 ( yang menurut gw seharusnya progress bisa dikonfirmasi di pagi hari dan gw nerima progress siang hari ), kenapa gw harus protes………..??? karena ini menyangkut jam kerja gw……., dan yang sekarang gw jalanin ga ada yang namanya uang lembur..!!!!

Sering kali gw merenung, ko bisa sebuah perusahaan dapat memberikan jabatan kepada seseorang yang menurut gw dari sisi psikologisnya mereka bbelum mampu, apalagi dari sisi emosional dan karakter kepemimpinan…. jauh banget……………

ga ada maksud gw buat ngejatohin siapapun, ngerugiin apapun…..,

Hello world!

April 1, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!